Kucing, binatang yang menggemaskan sekaligus membingungkan

Apakah kalian pernah menemui situasi di mana kalian bertanya pada diri sendiri, “apakah kucingku benar-benar mencintaiku?” Kalau saya sering! Tidak hanya bertanya pada diri sendiri tapi juga pada suami saya (Ciro) sampai yang ditanya bosan menjawabnya hahaha (Mi dispiace amore!). Amaretto, kucing kami, itu membingungkan kelakuannya. Kalau dia sedang duduk di sofa trus saya samperin dan kelonin dia kabur. Nah, saat saya lagi sibuk di depan laptop dia tiba-tiba datang dan minta dielus-elus atau malah tidur di atas keyboard atau minta duduk di pangkuan saya, pokoknya caper banget deh. Kejadian sweet kayak gini biasanya siang hari saat dia lagi napping trus tiba-tiba terbangun dan mengeong manja datang ke saya. Saya perhatikan dia belum benar-benar bangun kayaknya, karena matanya masih terkantuk-kantuk dan kadang air ludahnya menetes bahahaha. Saya berhipotesa Amaretto mungkin bermimpi buruk dikejar-kejar kumbang atau lalat yang sering dia tangkap selama summer ini karena kadang-kadang paws dan whiskers-nya bergerak-gerak saat tidur. Atau dia tiba-tiba sadar bahwa saya sangat menyayanginya jadi dia mau menunjukkan rasa sayangnya balik. Saya tanya Ciro jawabnya : “I don’t know beb, you better ask Amaretto directly“, duh! Hari ini (Minggu), seperti biasa saya bangun agak siang dan menurut Ciro Amaretto cemas karena dia berkali-kali datang dan mengecek saya ke kamar, “you see, he cares about and loves you” katanya. Memang beberapa kali saya merasa pipi saya dicium Amaretto dan kumisnya yang panjang itu menggelitik. Buat saya terbangun setiap pagi dengan ciuman Amaretto itu sebuah berkah! Kadang-kadang Amaretto tidak datang mencium pipi saya di pagi hari atau tidak mendatangi kami sebelum tidur di malam hari. Saya bertanya-tanya apakah Amaretto marah atau ngambek? Saya biasanya gak baper (bawa perasaan) orangnya but if my cat ignores me I take it personally hahaha! Lalu saya berhipotesa lagi mungkin Amaretto capek karena semalaman dia begadang ngejar-ngejar lalat atau serangga yang masuk rumah karena dia tidur dengan nyenyaknya saat kami bangun dan tengah malam itu saya dengar Amaretto lompat-lompat dan lari-lari di ruang tamu! Hipotesa lain Amaretto ngambek karena hari itu kami kurang mengajaknya bermain atau memberikan waktu TLC untuknya karena sibuk dengan banyak urusan. Hal ini cukup membuat Amaretto kesal, lalu sengaja pipis di luar litter box-nya yaitu di pojok kanan alas kaki depan bathtub ! Belakangan saya paham bahwa itu salah satu bentuk perilaku kucing yang merasa bosan dan kesepian. Untuk mengatasinya saya ganti alas kaki dengan yang bersih dan letakkan beberapa bola mainannya di sana dan sampai sekarang berhasil sih hahaha. 

Musim panas begini Amaretto suka  duduk di balkon dan biasanya minta ke sana berkali-kali dalam sehari, pagi siang malam. Dia duduk mengamati kucing-kucing tetangga yang lewat atau burung-burung yang beterbangan atau hinggap di pohon apel yang tumbuh di pekarangan apartement lantai dasar. Kalau pas lagi hujan dan ada geledek Amaretto masuk rumah lagi dan mengeong-ngeong minta balik ke balkon tapi harus ditemani Ciro hahaha, summer disini tuh kadang sering hujan juga! Pernah suatu hari Amaretto duduk di balkon dengan Ciro, trus ada seekor burung sepertinya jenis black sparrow nongkrong di pohon apel dan berisik sekali. Amaretto protes dan mengeong-ngeong dengan tatapan seolah-olah berkata, why this black bird is so noisy? Amaretto termasuk kurang mandiri dalam berburu, karena kalau sudah frustasi dan gak bisa nangkap lalat yang diincarnya dia mengeong-ngeong minta dibantuin. Kalau yang ini memang salah saya sih karena terlalu memanjakannya hahaha, Amaretto is indeed a spoiled brat! what could I do, he is my one and only furbaby! Satu lagi kelakuan Amaretto yang ngeselin itu bolak-balik minta wet food. Setiap ada kesempatan saat saya ke dapur Amaretto langsung mengikuti. Dengan wajah yang menghiba dan menggemaskan dia duduk di depan kulkas, itu artinya dia minta wet food padahal menurut vet-nya dia harus sering makan biscuit juga agar giginya sehat. Pernah saya bilang tidak dan Amaretto pergi dengan langkah gontai dan wajah lesu, di situ saya merasa bersalah dan jahat banget! Ciro sering bilang: “beb, please stop giving him too much wet food”. Saya jawab gampang ngomonginnya tapi sulit ngelakuinnya karena dia pulang kantor udah malam dan saya di rumah terus dengan Amaretto. Waktu semi-lockdown lalu Ciro kerja dari rumah dan baru ngerasa sulitnya menolak saat Amaretto minta wet food. Dia baru paham yang saya rasakan dan bilang: “Sorry beb, I fully understand what do you feel now, it is impossible to say no to him”. Sekarang saya sudah tau solusinya, setiap Amaretto minta wet food saya berikan, tapi sedikit saja dengan begitu dia masih tetap makan biscuitnya dengan porsi yang cukup hahaha. Kalau kucing kalian bagaimana kelakuannya? 



6 thoughts on “Kucing, binatang yang menggemaskan sekaligus membingungkan”

  • Aduh kucingnya lucu sekali. Kucing itu emang suka lucu, dideketin kabur, gak dideketin nemplok. Tapi yang paling menyenangkan, kucing itu jauh lebih mandiri dari anjing.

  • Aduh kocak bgt yah.. minta dibantuin ngeburu lalat kl dah depresi🤣🤣🤣🥰. Dasar oyen bulet!!! G kl punya oyen begini pasti selalu kasih apa yg dy mau kyknya..secara gak tega liat muka cute nya itu. Obese gpp dah🤣🤣😁😋

  • Salam kenal, mbak. Ukh, gemessh banget lihat Amaretto. Gemuk ya..
    Jadi ingat kelakuan kucing peliharaan dulu suka banget gelesor-gelesor di lantai kalau lihat kita jalan. Kenapa musti ditengah jalan coba. Pengin kita kesandung apa hahaha…
    Sekarang sudah nggak ada, mati tua. Sejak saat itu belum pelihara kucing lagi. Cuma masih suka lihat kucing terutama yang di You Tube…

    • Hello Phebie, terimakasih sudah berkunjung kesini ya. Iya, pipinya tuh lebar amaretto ini, squishy material banget haha. Nah iya, klo keinjak kaki ato ekornya duh dia takut kitanya sedih. Ayo, merawat kucing lagi =)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *